Category: Uncategorized

  • Pelayanan Publik Edukatif melalui Wisata Pustakaloka: Perpustakaan Kota Bogor Kenalkan Literasi Sejak Usia Dini

    KOTA BOGOR – 12 Agustus 2026 Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor menerima kunjungan dari PG & TK Safinah, Kebun Raya Residence Blok M-14 Bogor, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kunjungan tersebut diikuti oleh lebih dari 50 anak berusia 3 hingga 5 tahun sebagai bagian dari kegiatan edukatif yang memperkenalkan perpustakaan dan literasi kepada masyarakat sejak usia dini.

    Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Kehadiran puluhan anak tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan perpustakaan sebagai fasilitas pelayanan publik yang tidak hanya menyediakan koleksi bacaan, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia.

    Kunjungan ini sejalan dengan pelaksanaan Wisata Pustakaloka (WPL) di Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor. Program tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan perpustakaan kepada masyarakat melalui kegiatan kunjungan yang edukatif dan menyenangkan. Bagi anak-anak usia dini, pengenalan terhadap lingkungan perpustakaan diharapkan dapat memberikan pengalaman baru sekaligus membangun kedekatan mereka dengan buku dan kegiatan literasi.

    Dalam perspektif pelayanan publik, keberadaan kegiatan seperti Wisata Pustakaloka menunjukkan bahwa pelayanan perpustakaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan administratif berupa peminjaman dan pengembalian koleksi. Pelayanan perpustakaan juga dapat dikembangkan melalui pendekatan edukatif yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan fasilitas publik secara lebih luas.

    Anak-anak PG & TK Safinah yang berusia antara 3 hingga 5 tahun mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan perpustakaan secara langsung. Melalui pengalaman tersebut, perpustakaan diperkenalkan sebagai tempat yang ramah bagi anak, sekaligus sebagai ruang untuk belajar, memperoleh informasi, dan berekreasi secara edukatif.

    Kegiatan kunjungan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan perpustakaan kepada masyarakat. Pengenalan perpustakaan sejak usia dini memiliki nilai penting karena dapat menjadi langkah awal dalam membangun ketertarikan anak terhadap buku dan kegiatan membaca.

    Selain memberikan pengalaman edukatif bagi anak-anak, kegiatan kunjungan semacam ini mencerminkan fungsi perpustakaan sebagai bagian dari pelayanan publik di bidang literasi. Pelayanan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sarana dan koleksi, tetapi juga bagaimana fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi masyarakat.

    Setelah rangkaian kunjungan selesai pada pukul 11.00 WIB, anak-anak mendapatkan bingkisan berupa makanan ringan untuk dibawa pulang. Pemberian bingkisan menjadi penutup dari kegiatan kunjungan PG & TK Safinah di Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor.

    Melalui kegiatan Wisata Pustakaloka, Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor diharapkan dapat terus memperkuat perannya sebagai penyedia pelayanan publik yang edukatif, ramah, dan mudah dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran lebih dari 50 anak PG & TK Safinah menunjukkan bahwa perpustakaan dapat menjadi ruang publik yang mampu mendekatkan dunia literasi kepada generasi muda melalui pengalaman yang menyenangkan.

    Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pelayanan publik di bidang perpustakaan tidak berhenti pada penyediaan buku dan administrasi layanan, tetapi juga mencakup upaya aktif untuk membangun hubungan antara fasilitas publik dengan masyarakat. Pengenalan literasi sejak usia dini melalui kegiatan kunjungan menjadi salah satu langkah dalam membangun masyarakat yang lebih dekat dengan budaya membaca dan pemanfaatan perpustakaan.

  • Mewujudkan Pemerataan Pendidikan SMP di Kota Bogor: Antara Akses, Kualitas, dan Tantangan Daya Tampung

    Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki peran penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Dalam konteks Kota Bogor, Dinas Pendidikan memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan layanan pendidikan, termasuk pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

    Sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan magang di Dinas Pendidikan Kota Bogor pada Bidang SMP, saya melihat bahwa penyelenggaraan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Di balik proses tersebut terdapat berbagai aspek administrasi, pelayanan publik, pengelolaan data, pembinaan sekolah, hingga upaya pemerintah dalam memastikan masyarakat memperoleh akses pendidikan.

    Salah satu persoalan yang menarik untuk diperhatikan adalah pemerataan akses pendidikan pada jenjang SMP. Pada tahun ajaran 2026/2027, terdapat sekitar 13 ribu lulusan SD yang melanjutkan ke jenjang SMP, sedangkan kapasitas SMP negeri di Kota Bogor berada di kisaran 7 ribu peserta didik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan SMP cukup besar dan tidak seluruhnya dapat ditampung oleh sekolah negeri. Pemerintah Kota Bogor kemudian menyiapkan berbagai skema agar keterbatasan daya tampung sekolah negeri tidak menjadi penghambat bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan.

    Menurut saya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Pemerataan pendidikan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan pemerintah menyediakan tempat bagi setiap calon peserta didik, tetapi juga memastikan bahwa anak memperoleh pendidikan yang berkualitas, aman, dan sesuai dengan kebutuhannya.

    Salah satu upaya yang dapat dilihat adalah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pada jenjang SMP, proses penerimaan murid baru dilaksanakan melalui beberapa jalur, yaitu domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi. Dinas Pendidikan Kota Bogor berperan dalam memfasilitasi proses seleksi berbasis daring untuk jenjang SD dan SMP. Sistem tersebut dirancang dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.

    Menurut pandangan saya, digitalisasi dalam proses penerimaan murid baru merupakan langkah positif karena dapat membantu meningkatkan transparansi dan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Namun, digitalisasi juga harus diikuti dengan pendampingan yang baik. Tidak semua orang tua memiliki kemampuan yang sama dalam memahami prosedur pendaftaran secara daring. Oleh karena itu, keberadaan layanan informasi, operator sekolah, dan helpdesk menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa digitalisasi pelayanan tidak justru menciptakan kesenjangan baru.

    Selain persoalan akses, kualitas pendidikan SMP juga perlu menjadi perhatian. Pemerataan pendidikan tidak akan cukup apabila hanya berfokus pada jumlah siswa yang dapat masuk sekolah. Kualitas guru, ketersediaan sarana dan prasarana, lingkungan belajar, pembinaan minat dan bakat, serta pengembangan karakter peserta didik juga harus diperhatikan secara berkelanjutan.

    Dalam perencanaan pendidikan Kota Bogor tahun 2026, terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan dengan jenjang SMP, antara lain penyediaan biaya personil peserta didik, pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa, penyediaan pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan karier pendidik dan tenaga kependidikan, serta pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan SMP membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, bukan hanya berfokus pada penerimaan siswa baru.

    Menurut saya, Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor memiliki posisi penting sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah daerah dengan kebutuhan sekolah dan masyarakat. Data yang dimiliki oleh pemerintah dapat menjadi dasar untuk menentukan kebijakan, misalnya dalam melihat kebutuhan daya tampung, distribusi peserta didik, kebutuhan tenaga pendidik, maupun kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.

    Oleh karena itu, pengelolaan data pendidikan yang akurat juga menjadi hal yang sangat penting. Data bukan sekadar angka dalam administrasi pemerintahan, tetapi dapat menjadi dasar dalam menentukan keputusan. Ketika data yang digunakan akurat dan diperbarui secara berkala, kebijakan yang dihasilkan akan lebih sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

    Saya berpendapat bahwa tantangan pendidikan SMP di Kota Bogor ke depan bukan hanya bagaimana menyediakan akses pendidikan bagi seluruh anak, tetapi bagaimana menciptakan sistem pendidikan yang mampu memberikan kesempatan yang adil sekaligus menjaga kualitas pendidikan. Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat perlu memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan tujuan tersebut.

    Pada akhirnya, pemerataan pendidikan bukan hanya tentang berapa banyak anak yang berhasil masuk sekolah, tetapi juga tentang bagaimana setiap anak mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan memperoleh masa depan yang lebih baik. Dinas Pendidikan Kota Bogor, khususnya dalam pengelolaan pendidikan jenjang SMP, memiliki peran penting dalam memastikan bahwa pelayanan pendidikan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    Sebagai mahasiswa yang mendapatkan kesempatan untuk melihat proses pelayanan pendidikan dari dekat melalui kegiatan magang, saya melihat bahwa penyelenggaraan pendidikan merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Tantangan yang ada seharusnya tidak hanya dipandang sebagai hambatan, tetapi sebagai dorongan untuk terus melakukan perbaikan. Dengan pelayanan publik yang transparan, pengelolaan data yang baik, kebijakan yang tepat sasaran, serta perhatian terhadap kualitas pendidikan, pemerataan pendidikan SMP di Kota Bogor dapat terus diwujudkan.

  • Dinas Pendidikan Kota Bogor Lakukan Survei Lokasi Rencana Pembangunan Unit Sekolah Baru di Bogor Selatan

    Kota Bogor – 3 Agustus 2026 Dalam upaya meningkatkan akses dan pemerataan layanan pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Bogor bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor melaksanakan survei lokasi untuk rencana pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) di wilayah Bogor Selatan.

    Kegiatan survei ini dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal dalam mempersiapkan pembangunan sekolah baru yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pendidikan yang memadai dan mudah diakses.

    Survei lokasi bertujuan untuk memastikan kesiapan serta kelayakan lokasi yang direncanakan, sekaligus melihat kesesuaian berbagai aspek teknis dan kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar. Hal tersebut menjadi penting agar pembangunan Unit Sekolah Baru nantinya dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal bagi peserta didik maupun masyarakat.

    Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Bogor terus berupaya mendukung pemerataan layanan pendidikan, khususnya di wilayah yang membutuhkan penambahan fasilitas satuan pendidikan. Pembangunan sekolah baru diharapkan dapat membantu meningkatkan daya tampung peserta didik sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.

    Pemerintah Kota Bogor berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, merata, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Rencana pembangunan Unit Sekolah Baru di wilayah Bogor Selatan menjadi salah satu langkah dalam mewujudkan komitmen tersebut.

    Dinas Pendidikan Kota Bogor akan terus melakukan koordinasi dan tahapan kajian yang diperlukan untuk memastikan rencana pembangunan sekolah dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

  • Peran Humas Polresta Bogor Kota dalam Mengedukasi Masyarakat tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum

    Menyampaikan pendapat di muka umum merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran terhadap berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitar. Kebebasan tersebut tentu perlu disertai dengan pemahaman mengenai aturan dan tanggung jawab agar penyampaian pendapat dapat berjalan dengan tertib. Dalam hal ini, Humas Polresta Bogor Kota memiliki peran yang penting dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai cara menyampaikan pendapat di muka umum secara baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Selama melaksanakan kegiatan magang di Polresta Bogor Kota, saya berkesempatan mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh bagian Humas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dari pengalaman tersebut, saya melihat bahwa Humas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi mengenai kegiatan kepolisian, tetapi juga menjadi salah satu bagian yang membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban. Salah satunya adalah memberikan edukasi mengenai penyampaian pendapat di muka umum.

    Menurut saya, edukasi mengenai penyampaian pendapat di muka umum menjadi hal yang penting karena masih ada masyarakat yang mungkin belum memahami batasan dan tata cara dalam menyampaikan aspirasi. Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, tetapi pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan ketertiban umum, keamanan, serta hak orang lain. Informasi yang disampaikan oleh Humas dapat membantu masyarakat memahami bahwa menyampaikan aspirasi bukan hanya mengenai keberanian untuk berbicara, tetapi juga mengenai bagaimana menyampaikannya secara bertanggung jawab.

    Selain memberikan informasi, Humas juga memiliki peran dalam membangun komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat. Ketika masyarakat memperoleh informasi yang jelas, mereka dapat lebih memahami alasan pentingnya menjaga ketertiban ketika menyampaikan aspirasi. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka juga dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan maupun menyampaikan hal-hal yang belum mereka pahami. Menurut saya, hubungan komunikasi seperti ini penting untuk membangun kepercayaan antara masyarakat dan kepolisian.

    Edukasi mengenai penyampaian pendapat di muka umum juga perlu dilakukan secara berkelanjutan. Informasi yang hanya diberikan pada saat terjadi kegiatan penyampaian aspirasi mungkin belum cukup untuk menjangkau seluruh masyarakat. Oleh karena itu, Humas dapat terus memanfaatkan media yang sering digunakan masyarakat agar informasi mengenai tata cara dan tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat dapat diketahui sebelum masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Dengan begitu, edukasi tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga dapat menjadi upaya pencegahan agar kegiatan penyampaian aspirasi berjalan dengan tertib.

    Menurut saya, keberadaan Humas Polresta Bogor Kota dalam memberikan edukasi memiliki peran yang cukup penting dalam menciptakan pemahaman masyarakat mengenai penyampaian pendapat di muka umum. Masyarakat tetap dapat menggunakan haknya untuk menyampaikan aspirasi, sementara kepolisian dapat menjalankan tugasnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Keduanya dapat berjalan bersama apabila terdapat komunikasi dan pemahaman yang baik mengenai aturan serta tanggung jawab masing-masing.

  • Layanan Keanggotaan sebagai Pintu Awal Pemanfaatan Perpustakaan

    Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca dan mencari buku, tetapi juga menyediakan berbagai layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah layanan keanggotaan yang menjadi tahap awal bagi pengunjung untuk memanfaatkan layanan perpustakaan lainnya. Melalui layanan ini, masyarakat dapat membuat dan memperpanjang kartu anggota yang digunakan untuk mengakses fasilitas perpustakaan. Karena menjadi salah satu pintu awal pelayanan, proses keanggotaan perlu didukung oleh informasi yang jelas, sistem yang baik, dan pelayanan yang tepat.

    Selama melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor, saya lebih banyak dan paling lama ditempatkan di bagian keanggotaan. Saya terlibat dalam melayani pengunjung yang ingin membuat maupun memperpanjang kartu anggota, mulai dari memeriksa persyaratan, memberikan informasi, mencari dan menginput data, hingga membantu proses penerbitan kartu anggota digital. Dari pengalaman tersebut, saya dapat melihat secara langsung kondisi pelayanan sekaligus beberapa kendala yang dihadapi.

    Salah satu kendala yang ditemukan adalah masih adanya pengunjung yang belum mengetahui bahwa KTP yang digunakan harus berdomisili di Kota atau Kabupaten Bogor. Akibatnya, terdapat pengunjung yang datang dengan KTP dari luar wilayah tersebut sehingga proses pembuatan atau perpanjangan kartu tidak dapat dilanjutkan. Saya pernah menemui pengunjung yang sudah tinggal di Bogor, tetapi KTP-nya masih berdomisili Jakarta. Pengunjung tersebut sebelumnya sudah memiliki kartu anggota dan datang untuk melakukan perpanjangan, tetapi tidak dapat diproses karena persoalan domisili. Ia kemudian menanyakan sejak kapan ketentuan tersebut berlaku. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penyampaian informasi yang jelas, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya sudah pernah menggunakan layanan perpustakaan.

    Kendala lainnya berasal dari jaringan Wi-Fi yang terkadang mengalami gangguan. Karena pelayanan keanggotaan menggunakan sistem untuk mencari dan memasukkan data, gangguan jaringan dapat memperlambat proses pelayanan dan membuat pengunjung menunggu lebih lama. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada sarana dan sistem yang digunakan.

    Selain itu, ketelitian dalam input data juga perlu diperhatikan. Pernah terdapat pengunjung yang ingin memperpanjang kartu anggota tetapi tidak membawa kartu sebelumnya dan hanya mengingat NIK. Ketika data dicari menggunakan NIK, data tidak ditemukan. Setelah dicari berdasarkan nama, data tersebut ditemukan dan diketahui terdapat kesalahan pada salah satu angka NIK yang sebelumnya diinput. Dari kejadian ini terlihat bahwa kesalahan kecil dalam penginputan dapat menyulitkan proses pelayanan berikutnya.

    Menurut saya, beberapa kendala tersebut dapat diminimalkan melalui penyampaian informasi yang lebih mudah diakses, terutama mengenai persyaratan domisili. Informasi dapat disampaikan melalui media sosial, website, maupun papan informasi di area pelayanan. Di sisi lain, kestabilan jaringan perlu diperhatikan agar tidak menghambat proses pelayanan, sedangkan ketelitian dalam input data perlu ditingkatkan dengan melakukan pengecekan kembali sebelum data disimpan.

    Pengalaman selama KKL membuat saya memahami bahwa layanan keanggotaan bukan hanya proses administratif untuk memperoleh kartu anggota. Di dalamnya terdapat pemeriksaan dokumen, pengelolaan data, penggunaan sistem, dan komunikasi dengan masyarakat. Pelayanan yang baik bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang ketepatan dan kejelasan informasi. Dengan sistem yang mendukung, informasi yang mudah dipahami, serta petugas yang teliti dan komunikatif, layanan keanggotaan dapat menjadi awal yang baik bagi masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan secara lebih luas.

  • Kegiatan Apel Pagi Rutin Polresta Bogor Kota

    KOTA BOGOR- Senin, 31 Agustus 2026 Polresta Bogor Kota melaksanakan kegiatan apel pagi rutin sebagai bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta soliditas personel dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.

    Kegiatan apel pagi dilaksanakan di halaman Mapolresta Bogor Kota dan diikuti oleh para pejabat utama, perwira, serta seluruh personel Polresta Bogor Kota. Apel berlangsung dengan tertib dan penuh kedisiplinan.

    Dalam kegiatan tersebut, pimpinan apel menyampaikan sejumlah arahan kepada seluruh personel, khususnya terkait pelaksanaan tugas sehari-hari, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, menjaga sikap profesional, serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Bogor Kota.

    “Apel pagi merupakan kegiatan rutin yang menjadi sarana untuk mengecek kesiapan personel sekaligus menyampaikan arahan dan informasi terkait pelaksanaan tugas. Saya berharap seluruh anggota dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar pimpinan apel.

    Selain sebagai sarana penyampaian arahan, apel pagi juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antaranggota. Melalui kegiatan tersebut, setiap personel diharapkan memahami tugas dan tanggung jawabnya serta mampu bekerja secara optimal dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

    Pimpinan apel juga mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga integritas, meningkatkan kewaspadaan, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Hal tersebut penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

    Pelaksanaan apel pagi rutin ini merupakan salah satu bentuk kesiapan Polresta Bogor Kota dalam menjalankan tugas kepolisian, baik dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, maupun pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

    Kegiatan apel pagi berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Setelah apel selesai, seluruh personel melanjutkan pelaksanaan tugas dan kegiatan sesuai dengan fungsi serta tanggung jawab masing-masing..

  • Wisata Pustakaloka Hadirkan Pengalaman Edukatif bagi Pengunjung Perpustakaan Kota Bogor

    KOTA BOGOR — Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor menerima kunjungan dari SPS Melati dalam kegiatan Wisata Pustakaloka (WPL) pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal perpustakaan, koleksi buku, serta berbagai fasilitas yang tersedia melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan edukatif.

    Wisata Pustakaloka telah dilaksanakan sejak awal 2023 dan terbuka bagi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga kunjungan mahasiswa. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal berbagai fasilitas Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, seperti Ruang Baca Anak, Ruang Baca Utama, Galeri Bumi Parawira, dan Auditorium Bima Arya. Peserta juga dapat mengikuti kegiatan edukatif dan kreatif yang disesuaikan dengan rangkaian kunjungan.

    Menurut salah satu petugas WPL, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan perpustakaan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan. “Tujuan utama dari program Wisata Pustaka Loka (WPL) sangat baik, yaitu mengenalkan perpustakaan kepada anak-anak sebagai tempat belajar, bermain, berekreasi, dan mencari informasi dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa kegiatan WPL diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan baru kepada peserta sekaligus mendorong mereka untuk lebih tertarik membaca dan berkunjung ke perpustakaan. “Saya berharap anak-anak menjadi lebih tertarik untuk membaca, berani mengeksplorasi berbagai buku dan informasi, serta memiliki kebiasaan berkunjung ke perpustakaan,” tambahnya.

    Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pendaftaran kunjungan dilakukan maksimal satu bulan sebelum jadwal kunjungan agar tidak terjadi bentrokan dengan sekolah atau kelompok lain. Dalam satu hari, WPL menerima hingga tiga kloter kunjungan, yaitu pukul 08.00–10.00 WIB, 10.00–12.00 WIB, dan 13.00–15.00 WIB. Kapasitas peserta mencapai sekitar 85 orang apabila menggunakan auditorium, sedangkan kunjungan tanpa penggunaan auditorium dapat menampung sekitar 100 hingga 150 peserta.

    Melalui Wisata Pustakaloka, perpustakaan dihadirkan sebagai ruang edukasi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai tempat belajar dan berekreasi. Kegiatan kunjungan SPS Melati menjadi salah satu bentuk upaya untuk mendekatkan anak-anak dengan dunia literasi serta membangun ketertarikan mereka terhadap buku dan perpustakaan sejak usia dini.

  • Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor Kenalkan Perpustakaan Sejak Dini Melalui Program Wisata Pustaka Loka

    KOTA BOGOR – Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor mengenalkan perpustakaan kepada anak-anak sejak usia dini melalui program Wisata Pustaka Loka (WPL). Program ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai tempat belajar, bermain, berekreasi, dan mencari informasi.

    Wisata Pustaka Loka dirancang sebagai kegiatan kunjungan edukatif yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal lingkungan perpustakaan dan berbagai fasilitas yang tersedia. Melalui program ini, anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada buku dan ruang baca, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar di lingkungan perpustakaan dengan suasana yang menyenangkan.

    Salah satu pelaksanaan program WPL berlangsung pada 23 Agustus 2026 dengan melibatkan 28 peserta dari TK SPS Melati. Dalam kunjungan tersebut, peserta mengikuti kegiatan di auditorium serta mengunjungi Galeri Bumi Parawira dan ruang baca anak sebagai bagian dari pengenalan lingkungan Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor.

    Menurut Asyara Putri Rahayu, Staff Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, program WPL memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman kepada anak-anak dalam mengenal perpustakaan dengan cara yang menyenangkan.

    “Tujuan utama dari program Wisata Pustaka Loka (WPL) sangat baik, yaitu mengenalkan perpustakaan kepada anak-anak sebagai tempat belajar, bermain, berekreasi, dan mencari informasi dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan seperti ini juga dapat menumbuhkan minat baca dan kecintaan anak terhadap buku serta perpustakaan sejak dini,” ujar Asyara Putri Rahayu.

    Ia berharap kegiatan WPL dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi anak-anak, sekaligus mendorong mereka untuk lebih tertarik membaca dan mengeksplorasi berbagai buku serta informasi yang tersedia di perpustakaan.

    “Saya berharap anak-anak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, menjadi lebih tertarik untuk membaca, berani mengeksplorasi berbagai buku dan informasi, serta memiliki kebiasaan berkunjung ke perpustakaan. Saya juga berharap kegiatan ini dapat membuat anak-anak memahami bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas, tetapi bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan,” tambahnya.

    Melalui program Wisata Pustaka Loka, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor berupaya mendekatkan perpustakaan kepada anak-anak sejak usia dini. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan minat baca, kecintaan terhadap buku, serta kebiasaan berkunjung ke perpustakaan melalui pengalaman belajar yang edukatif dan menyenangkan.

  • Polwan Polda Jabar Goes to School, Edukasi Pelajar SMA 8 Bandung Cegah Kekerasan dan Bullying

    Dalam rangka HUT Polwan ke-78, Polwan Polda Jawa Barat menggelar “Polwan Goes to School” di Aula/Gedung Serbaguna SMA 8 Bandung, Kamis (27/8/2026), Mengusung tema “Menjadi Remaja yang Aman, Sehat dan Bertanggung jawab”, kegiatan ini diikuti 580 peserta, terdiri dari 540 siswa kelas XI, 20 guru, dan 20 Polwan.

    Kegiatan dibuka oleh Kepala SMA 8 Bandung, Drs. H. Yudin Wahyudin, M.Pd., bersama Ketua Panitia HUT Polwan ke-78, AKBP Reni Marthaliana, S.H., M.M.Materi disampaikan Kompol M. Dewi Candra, S.H., M.H., Kasubdit Ditres PPA dan PPO Polda Jabar sekaligus Ketua Seksi Acara Edukasi dan Sosialisasi “Polwan Goes to School”. Materi meliputi pengertian dan bentuk kekerasan serta bullying, kekerasan seksual dan kekerasan seksual berbasis elektronik, pemenuhan hak korban, mekanisme penanganan perkara di sekolah maupun kepolisian, serta cara pencegahan dan penanganan kekerasan.

    Dalam kegiatan tersebut juga disosialisasikan program Rise and Speak dan Jaga Rawat Jawa Barat, dilanjutkan diskusi dan tanya jawab. Polwan Polda Jabar turut memberikan plakat dan cendera mata kepada Kepala SMA 8 Bandung serta hadiah kepada para siswa sebagai apresiasi atas partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polwan Polda Jabar dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada generasi muda.

    “Melalui Polwan Goes to School, kami mengajak para pelajar untuk mengenali, mencegah, dan berani menyampaikan apabila menemukan kekerasan maupun bullying. Sekolah yang aman membutuhkan kepedulian dan peran bersama,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Jum’at (28/8/2026)

    Polda Jabar berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran pelajar serta mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bertanggungjawab dan bebas dari kekerasan serta bullying.

  • Kapolda Jabar Turun Langsung Dekati Warga Lewat Jum’at Keliling, Pesan Kamtibmas Menggema di Cimahi

    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., kembali menunjukkan komitmennya memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat. Melalui agenda Jum’at Keliling, Kapolda Jabar hadir langsung di tengah masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan ulama, tokoh agama dan warga,Jum’at (28/08/2026)

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jabar didampingi Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si., serta jajaran pejabat utama Polda Jabar dan Polres Cimahi. Kehadiran jajaran kepolisian ini menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri untuk memastikan komunikasi dengan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui ruang-ruang keagamaan dan kemasyarakatan.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan Masjid Misykatul Anwar Drs. Syaiful Karim, M.Si.; Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.Si., M.H.; Dir Intelkam Polda Jabar Kombes Pol Sukendar Eka Ristyan, S.I.K.; Dir Binmas Polda Jabar Kombes Pol Wadi Sa’bani, S.H., S.I.K., M.H.; Kabid Propam Polda Jabar Kombes Pol Adiwijaya, S.I.K.; Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR.; Koorspripim Polda Jabar AKBP M. Amirul Hakim, S.I.K., M.Si.; Wakapolres Cimahi Kompol Zulkarnaen, S.H., S.I.K., M.I.K.; Kapolsek Cimahi Kompol Donny Irawan, S.H.; Wakapolsek Cimahi AKP Asep Ratman, S.H.; para PJU Polres Cimahi, Camat Cimahi Utara Muhammad Nur Efendi, S.STP., M.Si.; Lurah Cibabat Syahrizal Yusuf, S.T., M.Si.; Kanit Intelkam Polsek Cimahi AKP Agus Supriyanto, S.H.; serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Cibabat.

    Melalui Jum’at Keliling, Kapolda Jabar kembali menegaskan bahwa Polri harus hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan penanganan persoalan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan ruang untuk berdialog, bersilaturahmi dan bersama-sama membangun keamanan. Sinergi antara kepolisian, ulama, tokoh masyarakat dan seluruh warga diharapkan menjadi kekuatan utama dalam menjaga Jawa Barat tetap aman, damai dan kondusif.

    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto mengatakan, Jum’at Keliling Kapolda Jabar merupakan agenda rutin yang diarahkan untuk memperkuat tali silaturahmi dengan para ulama dan tokoh agama.

    “Selain menjalankan kegiatan keagamaan, momentum tersebut dimanfaatkan untuk membangun komunikasi harmonis, menyerap aspirasi, serta mendengarkan secara langsung berbagai masukan masyarakat terkait situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka,” ujarnya.

    Kapolda Jabar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyerahkan persoalan keamanan hanya kepada kepolisian. Menurutnya, terciptanya lingkungan yang aman, damai dan kondusif membutuhkan keterlibatan bersama melalui kepedulian, komunikasi serta semangat gotong royong.

    “Keamanan bukan hanya tugas polisi. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib dan kondusif,” menjadi semangat utama yang dibangun melalui kegiatan Jum’at Keliling tersebut,” tambah Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto.

    Lebih lanjut, Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto menyampaikan, pendekatan langsung kepada masyarakat dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

    “Dengan turun langsung, polisi dapat mendengar berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara aparat keamanan, tokoh agama dan warga,” tandas Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto.

    Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Masjid Misykatul Anwar, Drs. Syaiful Karim, M.Si., juga menyampaikan khutbah yang mengangkat sejumlah pesan keagamaan. Ia mengingatkan jamaah mengenai dua waktu penting dalam kehidupan manusia, yakni saat dilahirkan ke dunia dan saat manusia dipanggil kembali menghadap Allah SWT.

    Khutbah juga mengulas makna kelahiran secara fisik dan spiritual serta pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi sarana untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

    “Nilai-nilai seperti shiddiq atau kejujuran, amanah, kasih sayang dan kesabaran ditekankan sebagai akhlak mulia yang harus diwujudkan secara nyata. Selain itu, umat juga diajak memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam,” tutup Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto.

    Bandung 28 Agustus 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar